KOMUNIKASI SOSIAL II

 





MODUL 2

KOMUNIKASI SOSIAL DANNEGOSIASI



10 JP (450 menit)






Pengantar



Modul ini membahas tentang materi komunikasi yang mencakup pengertian, tujuan, teknik, faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan komunikasi sosial, serta negosiasi yang mencakup pengertian, prinsip-prinsip dasar, metode, sasaran, teknik, strategi negosiasi, cara mengubah pendapat dan meyakinkan pihak lain dalam negosiasi.

Tujuan pemberian materi tersebut agar peserta didik dapat memahami dan menerapkan komunikasi sosial dan negosiasi.









KompetensiDasar




Memahami konsep komunikasisosial.

Indikator Hasil Belajar:

Menjelaskan pengertian komunikasisosial.

Menjelaskan prinsip-prinsip komunikasisosial.

Menjelaskan tujuan dan sasaran komunikasisosial.

Menjelaskan teknik komunikasisosial.

Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan komunikasi sosial.


Memahami negosiasi.

Indikator Hasil Belajar:

Menjelaskan pengertiannegosiasi.

Menjelaskan prinsip-prinsipnegosiasi.

Menjelaskan sasarannegosiasi.

Menjelaskan metode, teknik dan strateginegosiasi.

Menjelaskan cara mengubah pendapat oranglain.

Menjelaskan cara meyakinkan pihaklain.

Menjelaskan hal-hal yang harus diperhatikan dalam negosiasi.

Menyimulasikan pelaksanaannegosiasi.












MateriPelajaran



Pokok Bahasan1:

Konsep komunikasi sosial.

Sub Pokok Bahasan 1:

Pengertian komunikasisosial.

Prinsip-prinsip komunikasisosial.

Tujuan dan sasaran komunikasisosial.

Teknik komunikasisosial.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan komunikasi sosial.


Pokok Bahasan2:

Negosiasi.

Sub Pokok Bahasan 2:

Pengertiannegosiasi.

Prinsip-prinsipnegosiasi.

Sasarannegosiasi.

Metode, teknik dan strateginegosiasi.

Cara mengubah pendapat oranglain.

Cara meyakinkan pihaklain.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalamnegosiasi.









MetodePembelajaran



MetodeCeramah

Metode yang digunakan untuk menjelaskan materi tentang pengertian, prinsip-prinsip, tujuan dan sasaran, teknik, faktor- faktor, pengertian negosiasi, prinsip-prinsip negosiasi, sasaran negosiasi, metode, teknik dan strategi negosiasi, cara mengubah pendapat orang lain, cara meyakinkan pihak lain serta dan hal-hal yang harus diperhatikan dalam negosiasi.


Metode TanyaJawab

Metode ini digunakan untuk menyampaikan materi tentang pengertian, prinsip-prinsip, tujuan dan sasaran, teknik, faktor- faktor, pengertian negosiasi, prinsip-prinsip negosiasi, sasaran negosiasi, metode, teknik dan strategi negosiasi, cara mengubah pendapat orang lain, cara meyakinkan pihak lain serta dan hal-hal yang harus diperhatikan dalam negosiasi.


MetodeSimulasi

Metode ini digunakan untuk menyimulasikan penerapan komunikasi sosial dan Negosiasi.








Alat,Media,BahandanSumberBelajar



Alat/media:

Visualprojector.

Flipchartl.

Komputer/laptop.

Lcd danscreen.

Laserpoin.

Kertas flipchart.

Spidol/alat tulislainnya.


SumberBelajar:

Roloff, M.E. (1987), “Communication of Conflict” dalam Berger, Charels R. & Chaffee, Steven H. (1987) Handbook of Communication Science Newbury park: Sage Publications

Rubin, A. M. & Rubin, R. B. (2001) “Interface of Personal and Mediated Communication: Fifteen Years Later” dalam Electronic Journal ofCommunicationVol.11 No. 1/2001. Dapat diakses: http://www.cios.org/getfile/Rubin_V11n101

Susanto,PhilAstrid.KomunikasidalamTeoridanPraktek.

Binacipta. Bandung: 1988

Rakhmat, Jalaludin. Psikologi Komunikasi. PT Remaja Rosdakarya. Bandung.1996.

Darmayanti, N. 2007. Bahasa Indonesia untuk Sekolah Menengah Kejuruan Tingkat Madia. Bandung:Grafindo.

Sardjono, T. 2009. 8 Langkah Sukses Negosiasi. Depok: Raih AsaSukses.

Yustinah dan Iskak, A. 2008. Bahasa Indonesia Tataran Madia untuk SMK dan MAK Kelas XI. Jakarta:Erlangga.

Mahkamah Agung RI. Mediasi dan Perdamaian. Mimeo, MARI 2004. Usman, Rahmadi. Pilihan Penyelesaian Sengketa di Luar Pengadilan. Bandung: PT Aditya Bakti, 2003.





















KegiatanPembelajaran



Tahap awal: 10menit

Pendidik melaksanakanapersepsi:

Perkenalan.

Menyampaikan tujuanpembelajaran.

Menyampaikan tugas yang harus diselesaikan perserta didik selamapembelajaran.

Peserta didik menyimak, menanggapi dan melaksanakan instruksipendidik.


Tahap Inti: 335menit

Tahap Inti 1: penyampaian materi: 65 menit

Pendidik menggali pendapat peserta didik tentang materi pengertian, prinsip-prinsip, tujuan dan sasaran, teknik, faktor-faktor, pengertian negosiasi, prinsip-prinsip negosiasi, sasaran negosiasi, metode, teknik dan strategi negosiasi, cara mengubah pendapat orang lain, cara meyakinkan pihak lain serta dan hal-hal yang harus diperhatikan dalam negosiasi.

Pendidik menyampaikan materipelajaran.

Pendidik menayangkan video tentang komunikasi verbal dan nonverbal.

Peserta didik memperhatikan dan menanggapi tayangan video.

Pendidik   memberikan contoh pelaksanaan komunikasi verbal dan nonverbal.

Pendidik memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya materi yang belumdipahami.


Tahap Inti 2: simulasi komunikasi sosial: 135 menit

Pendidik membagi kelompok pesertadidik.

Pendidik menginstruksikan peserta didik mempraktikan komunikasisosial.

Peserta didik mempraktikkan komunikasisosial.

Pendidik memberikan tanggapan dan evaluasi hasilpraktik.


Tahap Inti 3: simukasi negosiasi: 135 menit

Pendidik membagi kelompok pesertadidik.

Pendidik menginstruksikan peserta didik mempraktikan negosiasi.

Peserta didik mempraktikkannegosiasi.

Pendidik memberikan tanggapan dan evaluasi hasilpraktik.








Tahap akhir: 15menit

Pendidik melakukan penguatan terhadap materi yang telah diberikan.

Pendidik memberikan pertanyaan kepada peserta didik mengenai materi yang telahdiberikan.

Pendidik memberikan feed back kepada peserta didik mengenai prosespembelajaran.

Pendidik menyimpulkan materi dan menutuppembelajaran.

Tes capaian kompetensi: 90menit






Tagihan/Tugas














LembarKegiatan



Demonstrasi Teknik KomunikasiSosial

Situasi1

Mendemontrasikan teknik komunikasi Asosiatif. Diskripsi situasi:

Seorang petugas patroli sedang memberikan informasi kecelakaan yang korbannyamengalami    geger otak akibat tidak menggunakan helem kepada club motor pada suatuacara.

Situasi 2

Mendemontrasikan teknik komunikasi Integrasi. Diskripsi situasi:

Seorang petugas patrolimemberikanhimbauan menjaga keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab bersama antara petugas danmasyarakat

Situasi 3

Mendemontrasikan teknik komunikasi pembangkitan rasa takut.

Diskripsi situasi:

Saat petugas berpatroli bertemu sekelompok orang yang berkumpul diatas jam 12 malam bisa terkena razia.

Situasi 4

Mendemontrasikan teknik komunikasi partisipasif. Diskripsi situasi:

Dalam beberapa minggu terakhir telah terjadi pencurian di








wilayah salah satu Pokdarkamtibmas pada malam hari, petugas menghimbau kepada Pokdarkamtibmas untuk menggalakan siskamling dan agar diberikan penerangan yang cukup pada sekitar rumah.

Petunjuk demonstrasi:

Pendidik:

Membagi peserta didik menjadi beberapa kelompok.

Menginstruksikan setiap kelompok melakukan demonstrasi sesuai dengan permasalahan masing-masing.

Menginstruksikan kepada setiap kelompok untuk memperhatikan dan menanggapi kelompok yang sedang melakukandemonstrasi.

Pendidik memfasilitasi jalanyademonstrasi.

Pesertadidik

Setiap kelompok memainkan peran sesuai dengan permasalahanmasing-masing.

Saat satu kelompok mendemontrasikan, maka kelompok yang lain memperhatikan dan menanggapi.


Demonstrasi: Negosiasi dengan Sejumlah Mahasiswa Yang Berdemo Tanpa Surat Pemberitahuan kepada Kepolisian Setempat

Narasiskenario

Sejumlah mahasiswa dari Universitas X berkumpul di depan kantor DPRD menyuarakan aspirasi terkait dengan dugaan penggelapan dana pendidikan oleh oknum pejabat Universitas X. Dengan adanya kondisi ini, petugas patroli yang bertugas pada waktu itu merespon dan mendatangi TKP. Namun demikian, dari hasil koordinasi dengan Sat Intelkam Polres Y dapat diketahui bahwa kegiatan mahasiswa tersebut tidak memiliki surat pemberitahuan kepada aparat Polres setempat.

Target kondisi:

Mewujudkan situasi dialog yang bermartabat dan kondusif antara petugas dan perwakilanmahasiswa.

Mahasiswa tidak merasa terintimidasi dengan kehadiran petugaspatroli.

Mahasiswa menyadari kehadiran petugas merupakan bagian dari tugas pokoknya dalam menjaga keamanan danketertiban.

Mahasiswa mengerti dan paham tentang persyaratan yang harus dipenuhi sebelum melaksanakan kegiatan penyampaian pendapat dimukaumum.

Mahasiswa membubarkan diri dengantertib.






Tugas pesertadidik:

Peran PetugasPatroli:

Menjelaskan dasar kewenangan tugas Kepolisian berdasakan Undang-undang Kepolisian No. 2 Tahun2002.

Mengidentifikasi pokok permasalahan yang dikeluhkanmahasiswa.

Meyakinkan mahasiswa bahwa kehadiran petugas bukan untuk mengintimidasi, melainkan menjalankan tugaspokoknya.

Menginformasikan kepada mahasiswa tentang Undang-undang nomor 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

Peranmahasiswa:

Mempertahankan kondisi bahwa mahasiswa berhak menyuarakan aspirasi dimukaumum.

Merasa terancam dengan kehadiranpolisi.

Bertanya kepada petugas tentang ketentuan peraturan yang mengatur tentang menyampaikan pendapat dimukaumum.

Membubarkan diri setelah mendapatkan penjelasan daripetugas.

Pendidik:

Membagi kelompok menjadi beberapa kelompok sesuaiperannya.

Menginstruksikan setiap kelompok melakukan simulasi sesuai dengan skenariomasing-masing.

Menginstruksikan kepada setiap kelompok untuk memperhatikan dan menanggapi kelompok yang sedang melakukansimulasi.

Pendidik memfasilitasi jalanya simulasi.


Demonstrasi: Negosiasi dalam Penanganan Pasien Gawat Darurat Korban Laka Lantas yang Tidak Memiliki Asuransi Kesehatan BPJS

Narasiskenario

Pada suatu waktu, Regu Patroli A mengangkut seorang pria paruh baya korban tabrak lari dengan kondisi yang cukup parah menuju ke RS Alpha yang lokasinya tidak terlalu jauh dari TKP Laka Lantas. Setibanya di Ruang ICU, ternyata korban laka lantas tersebut tidak segera ditangani oleh petugas medis dengan pertimbangan butuh waktu untuk melakukan verifikasi asuransi BPJS dari si Korban.

Target kondisi yangdiharapkan:

Melakukan koordinasi dengan petugas medisuntuk





penanganan segera korban laka lantas.

Dialog yang profesional antara petugas patroli dan petugas medisRS.

Meyakinkan petugas medis agar lebih memprioritaskan penanganan korban daripada pertimbanganadministrasi.

Mempengaruhi supervisor petugas medis untuk mengambil diskresi penanganan korban lukaparah.

Tugas pesertadidik:

Peran petugaspatroli:

Meyakinkan petugas medis agar korban dapat segeraditangani.

Mempengaruhi petugas medis bahwa nyawa seseorang perlu diprioritaskan daripada prosedur administrasi.

Menawarkan alternatif solusi sebagai jaminan bahwa meskipun BPJS belum bisa diverifikasi, petugas patroli akan berupaya menghubungi pihak keluargakorban.

Menyampaikan kepada petugas tenaga medis bahwa sebagaimana tercantum dalam pasal 37 Undang-undang Nomor 36 Tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan yang menyatakan : ”setiap tindakan kedokteran harus memperoleh persetujuan dari pasien, kecuali pasien tidak cakap atau pada keadaandarurat”.

Meminta kepada petugas medis agar dapat dihadapkan dengan pejabat supervisor yang bersangkutan.

Meyakinkan supervisor petugas medis bahwa tidak memberikan pelayanan kesehatan bagi penyelamatan nyawa dan/atau pencegahan kecacatan pasien merupakan tindak pidana sebagai mana diatur dalam pasal 32, pasal  85, dan pasal 190 Undang-undang Kesehatan Nomor 36 Tahun 2009 tentangKesehatan.

Meyakinkan supervisor petugas medis bahwa pelanggaran pidana terhadap Undang-undang Kesehatan maupun Rumah sakit dapat merugikan nama baik RS dimatapublik.

Peran petugasmedis:

Berlaku profesional dan berpegang teguh pada prosedur yang ditetapkan manajemenRS.

Tetap bersikeras untuk mempertahankan prosedur RS, kecuali ada kebijakan khusus dari manajemen RS atas situasiini.





Memfasilitasi petugas patroli untuk berkoordinasi dengan supervisor dari manajemenRS.

Menindaklanjuti kebijakan supervisor untuk segera mengambil tindakan terhadap pasien korban laka lantas.

Peran supervisor petugasmedis:

Berlaku profesional dalam berkomunikasi dengan petugaspatroli.

Menyampaikan kebijakan dan prosedur penanganan pasien gawat darurat yang telah ditetapkan manajemenRS.

Mengubah sikap dan pendirian sehubungan dengan adanya ancaman pidana bagi manajemenRS.

Memberikan perintah kepada tenaga medis untuk segera mengambil tindakan bagi pasien korban laka lantastersebut.


Demonstrasi: Negosiasi dengan Korban Pencurian Ringan yang Dilakukan Anak DibawahUmur

Narasiskenario

Petugas patroli merespon panggilan seorang warga yang melaporkan adanya kejadian pencurian di sebuah supermarket di wilayah X. Setelah tiba di TKP, petugas menemukan bahwa telah terjadi tindak pidana pencurian ringan yang dilakukan oleh seorang anak berumur 12 tahun, dengan barang bukti berupa sejumlah produk makanan dengan total kerugian Rp. 85.000.- (delapan puluh lima ribu rupiah). Setelah petugas menginterogasi pelaku, dapat diketahui bahwa si anak merupakan anak fakir miskin, yatim, sudah putus sekolah, dan motif pencurian ini adalah karena tuntutan kebutuhanmakanan.

Target kondisi yangdiharapkan:

Kehadiran petugas patroli agar dapat berkomunikasi untuk meredam emosi dari korbanpencurian.

Petugas memahami kronologi singkat dari keterangan yang diberikan olehkorban.

Petugas mempengaruhi korban untuk tidak melanjutkan tindakan pencurian dan mengurungkan niatnya untuk menindaklanjuti kasus ini ke ranah hukum.

Tugas pesertadidik:

Peran petugaspatroli:

Mengendalikan situasi untuk meredam emosi korban yang meluap-luap terhadap pelaku pencurian dengan komunikasi yangtepat.

Mengidentifikasidanmencatatkronologisingkat





kasus pencurian yang terjadi.

Melakukan interogasi terhadap pelakupencurian.

Melakukan persuasi terhadap korban agar tidak melanjutkan perkara dengan mempertimbangakan berbagai aspek, misalnya motif dan kondisi ekonomi sipelaku.

Menyampaikan apresiasi kepada korban yang telah mengurungkan niatnya untuk tidak melanjutkan perkarapencurian.

Peran korbanpencurian:

Meluapkan emosi kepada pelakupencurian.

Menyampaikan kronologis kasus pencurian kepada petugaspatroli.

Mengutarakan sikapnya kepada petugas patroli untuk menindaklanjuti kasus pencuriantersebut.

Mempertanyakan kepada petugas terkait alasan mengapa korban disarankan untuk tidak menindaklanjuti perkarapencurian.

Menerima saran pertimbangan petugas patroli dan mengambil keputusan untuk tidak menindaklanjuti perkara pencurian ini ke ranah hukum.

Peran pelakupencurian:

Bersikap pasif selama interaksi antara petugas patroli dankorban.

Memberikan jawaban dari pertanyaan interogasi yang disampaikan oleh petugaspatroli.

Meminta maaf kepada korban dan mengucapkan terima kasih kepada petugaspatroli.


























BahanBacaan



POKOK BAHASAN 1 KOMUNIKASI SOSIAL


Pengertian KomunikasiSosial

Beberapa ahli memandang komunikasi sosial sebagai sebuah konsep baru yang dikelompokkan kembali ke dalam konsep sebelumnya yang telah kita kenal seperti social reciprocity, interaksi sosial, keterampilan sosial, komunikasi atau keterampilan komunikasi, dan bahasa atau keterampilan berbahasa. Komunikasi sosial dapat terjadi di dalam berbagai tingkatan komunikasi seperti misalnya komunikasi organisasi.

Berikut adalah beberapa pengertian komunikasi sosial seperti yang dikemukakan oleh para ahli:

Menurut The American Speech-Language-Hearing Association

Komunikasi sosial adalah kemunculan yang sinergis antara interaksi sosial, sosial kognisi, pragmatis (verbal dan nonverbal), dan pemrosesan bahasa yang reseptif dan ekspresif. Singkat kata, komunikasi sosial merujuk pada bahasa yang digunakan dalam berbagai situasi sosial.

Menurut BarbaraCook

Komunikasi sosial adalah kemampuan seorang individu untuk berkomunikasi secara sosial. Komunikasi sosial dapat dipahami dengan baik melalui pengetahuan dan pemahaman tentang definisi sosial reciprocity dan komunikasi. Yang dimaksud dengan sosial reciprocity adalah interaksi sosial yang ditampilkan melalui penggunaan perhatian bersama untuk saling berbagi pengalaman dan emosi dengan anggota yang lain dalam berbagai peristiwa dan konteks. Perhatian bersama adalah kemampuan untuk mengkoordinasikan perhatian visual dari satu pihak melalui kontak mata dan gestur dengan seorang mitra sosial berdasarkan obyek atauperistiwa.

Ranah utama dari komunikasi sosial adalah komunikasi interpersonal atau komunikasi antar pribadi atau interaksi tatap muka secara langsung dalam konteks hubungan interpersonal dengan orang lain. Kegiatan komunikasi interpersonal membantu individu untuk mengamankan berbagai informasi penting dan melihat ke dalam pola pikir dan perilaku dari orang lain. Dalam berinteraksi dengan orang lain secara tatap muka, orang lain akan mempelajari diri kita begitu jugakita.








Menurut Young Yun Kim (2001), kegiatan komunikasi sosial terjadi pada banyak tingkatan yang dapat dikelompokkan ke dalam tingkatan makro dan tingkatan mikro.

Tingkatan makro-komunikasi sosial terjadi pada rurat kabar, televisi, film, dan berbagai bentuk komunikasi massa lainnya.

Tingkatan mikro-komunikasi sosial terjadi di dalam rumah, tetangga, tempat kerja, ruang kelas danlain-lain.


Prinsip-prinsip KomunikasiSosial

Komunikasi adalah suatu prosessimbolik.

Salah satu kelebihan manusia dari makhluk lain (hewan) adalah ia diberi kemampuan untuk berfikir, dengan fikiran itulah manusia mempunyai kemampuan untuk menggunakan lambang. Ernst Cassier menyebutkan bahwa yang membedakan manusia dengan makhluk lain adalah kemampuannya dalam menggunakan simbol (animal symbolicum).

Lambang atau simbol adalah sesuatu yang digunakan untuk menunjuk sesuatu lainnya, berdasarkan kesepakatan sekelompok orang. Lambang meliputi kata-kata (pesan verbal), perilaku non verbal, dan objek yang maknanya disepakati bersama. Kata kunci dari lambang atau simbol ini adalah adanya kesepakatan sekelompok orang, tanpa adanya kesepakatan tersebut maka simbol tersebut tidak akan dapat dijadikan sebagai komunikasi.

Setiap pelaku mempunyai potensikomunikasi.

Setiap orang tidak bebas nilai, pada saat orang tersebut tidak bermaksud mengkomunikasikan sesuatu, tetapi dimaknai oleh orang lain maka orang tersebut sudah terlibat dalam proses berkomunikasi. Gerak tubuh, ekspresi wajah (komunikasi non verbal) seseorang dapat dimaknai oleh orang lain menjadi suatu stimulus.

Komunikasi punya dimensi isi dan dimensi hubungan. Dimensi isi menunjukkan muatan (isi) komunikasi sedangkan dimensi hubungan menunjukkan bagaimana cara mengatakannya dan mengisyaratkan, bagaimana hubungan para peserta komunikasi dan bagaimana seharusnya pesan itu ditafsirkan. Dimensi isi disandi secara verbal sedangkan dimensi hubungan disandi secara nonverbal.

KomunikasiItu berlangsung dalam berbagai tingkat kesengajaan.

Komunikasi dilakukan manusia dari yang tidak sengaja hinggayangsengajadansadarsertaterencanamelakukan





komunikasi. Kesadaran akan lebih tinggi ketika berkomunikasi dalam situasi-situasi khusus. Akan tetapi kita juga akan bisa berkomunikasi dengan kesadaran yang lebih tinggi dengan teman sehari-hari kita apabila teman tersebut menyampaikan berita yang sangat menarik bagi kita. Adanya perilaku-perilaku dalam berkomunikasi akan menimbulkan asumsi-asumsi orang lain yang bisa benar atau belum tentu benar secaramutlak.

Komunikasi terjadi dalam konteks ruang danwaktu.

Pesan komunikasi yang dikirim oleh pihak komunikan baik secara verbal maupun non-verbal disesuaikan dengan tempat, dimana proses komunikasi itu berlangsung, kepada siapa pesan itu dikirim dan kapan komunikasi itu berlangsung. Seseorang yang berkomunikasi akan menimbulkan makna-makna tertentu, sedangkan makna tersebut berhubungan dengan konteks fisik/ruang, waktu, sosial, dan psikologis.

Komunikasi melibatkan prediksi peserta komunikasi.Komunikasi juga terikat oleh aturan atau tatakrama. Artinya, orang-orang memilih strategi tertentu berdasarkan bagaimana orang yang menerima pesan akan merespon. Prediksi ini tidak selalu disadari, dan sering belangsung cepat. Kita dapat memprediksi perilaku komunikasi orang lain berdasarkanperansosialnya.

Komunikasi itu bersifatsistemik.

Setiap Individu adalah suatu sistem yang hidup (A Living Sistem). Organ-organ dalam tubuh kita  saling berhubungan. Komunikasi juga menyangkut suatu sistem dari unsur- unsurnya.setidaknya dua sistem dasar beroperasi dalam transaksi komunikasi itu sistem internal dan eksternal. Sistem internal adalah seluruh sistem nilai yang dibawah oleh seseorang individu ketika ia berpartisipasi dalam komunikasi, yang ia serap selalu sosialisasinya dalam berbagai lingkungan sosialnya ( Keluarga, Masyarakat setempat, kelompok suku, kelompok agama, lembaga kesejahteraan sosial, dan lain-lain). Sistem internal ini mengandung semua unsur yang membentuk individu yangunik.

Semakin mirip latar belakang sosial budaya semakin efektiflahkomunikasi.

Komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang hasilnya sesuai dengan harapan para pesertanya (orang-orang yang sedang berkomunikasi). Dalam kenyataannya, tidak pernah ada dua manusia yang persis sama, meskipun mereka kembar. Namun adanya kesamaan sekali lagi akan





mendorong orang-orang untuk saling tertarik dan pada gilirannya karena kesamaan tersebut komunikasi mereka menjadi lebih efektif.

i. Komunikasi bersifat nonsekuensial.

Proses komunikasi bersifat sirkular dalam arti tidak berlangsung satu arah. Melibatkan respon atau tanggapan sebagai bukti bahwa pesan yang dikirimkan itu diterima dan dimengerti.

Komunikasi bersifat prosesual, dinamis dan transaksional. Konsekuensi dari prinsip bahwa komunikasi adalah sebuah proses adalah komunikasi itu dinamis dan transaksional. Ada proses saling memberi dan menerima informasi diantara pihak-pihak yang melakukankomunikasi.

Komunikasi bersifatIrreversible.

Setiap orang yang melakukan proses komunikasi tidak dapat mengontrol sedemikian rupa terhadap efek yang ditimbulkan oleh pesan yang dikirimkan. Komunikasi tidak dapat ditarik kembali, jika seseorang sudah berkata menyakiti orang lain, maka efek sakit hati tidak akan hilang begitu saja pada diri orang laintersebut.

Komunikasi bukan panasea untuk menyelesaikan berbagai masalah.

Komunikasi bukan satu-satunya obat mujarab yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah. Banyak persoalan dan konflik antar manusia disebabkan oleh masalah komunikasi. Namun komunikasi bukanlah panasea (obat mujrab) untuk menyelesaikan persoalan atau konflik itu.


Tujuan KomunikasiSosial

Memahami perasaan oranglain

Dengan melakukan komunikasi sosial, kita akan belajar bagaimana memahami perasaan orang lain. Secara langsung dengan melakukan komunikasi sosial, orang lain akan mengutarakan bagaimana perasaan dan pendapatnya mengenai suatu topik tertentu. Dari masalah tersebut, kita bisa memahami perasaan orang lain melalui apasaja yang dia ucapkan atau disampaikan. Dengan adanya suatu komunikasi sosial, kemungkinan besar pesan yang akan disampaikan orang lain bisa kita pahami dengan baik. Dengan catatan bahwa komunikasi sosial yang dilakukan adalah komunikasi yang jelas dan tidak berbelit-belit.

Orang lain bisa mengutarakan perasaan apapun ke kita sebagai pendengar. Sebagai seorang pendengar, kita tidak boleh acuh tak acuh terhadap apa yang disampaikan orang





lain. Kita harus bisa mengimbangi bagaimana orang lain menyampaikan pendapat dan pesannya. Dengan begitu, kita akan belajar memahami dan bisa memberikan saran atau pendapat yang sesuai dengan apa yang disampaikan oleh orang lain. Komunikasi sosial bisa meningkatkan hubungan baik antar setiap manusia. Adanya komunikasi sosial bisa menjadikan tali persaudaraan menjadi semakin baik dan bisa salingmenguntungkan.

Pesan yang disampaikan dapat dimengerti penerima pesan Berbagai komunikasi sosial bertujuan untuk menyampaikan pesan dan pesan tersebut bisa diterima oleh sang penerima pesan atau lawan bicara kita. Dengan adanya komunikasi sosial, kehidupan bersosial masyarakat akan menjadi semakin meningkat persaudaraannya karena komunikasi yang dijalin semakin meningkat dengan baik. Hal ini bisa dilihat dengan cara bagaimana komunikasi yang dilakukan antar manusia dalam suatulingkungan.

Adanya suatu komunikasi bisa membuat pesan yang disampaikan bisa dimengerti oleh penerima pesan dengan mudah dipahami. Sehingga penerima pesan tidak bingung atau menimbulkan keambiguan terhadap pesan yang disampaikan. Adanya komunikasi sosial merupakan salah satu jaringan yang bisa meningkatkan rasa persaudaraan antar setiap umat manusia. Meskipun terdapat banyak perbedaan, namun rasa saling menghormati akan tercipta dan meningkatkan rasa solidaritas yang tinggi antar umat manusia. Banyak syarat agar interaksi bisa terjadi dan bisa ditemukan dengan mudah.

Pendapat bisa diterima orang yanglain

Komunikasi sosial merupakan suatu media untuk menyampaikan berbagai pendapat. Dengan adanya komunikasi sosial, pendapat yang kita ajukan bisa diterima oleh orang lain ketika kita menjelaskan pendapat kita dengan bahasa yang jelas dan mudah dimengerti. Pendapat yang kita sampaikan harus bersifat general atau umum, sehingga tidak akan ada pihak yang tersinggung mengenai pendapat yang akan kitasampaikan.

Menjaga perasaan orang lain adalah hal yang harus kita terapkan dalam mengutarakan pendapat dalam forum atau mengutarakan pendapat ke orang lain. Adanya perbedaan pendapat yang signifikan akan membuat banyak perselisihan. Namun, jika pendapat disampaikan dengan baik-baik dan tidak melukai perasaan orang lain, pendapat yang kita sampaikan akan lebih mudah untuk diterima oleh orang lain.





Membangun persepsi yangsama

Adanya suatu komunikasi sosial memiliki tujuan untuk membangun persepsi yang sama. Terkadang tidak jarang terdapat perbedaan pendapat dan perbedaan visi antar individu dalam suatu forum atau organisasi. Dengan adanya perbedaan pendapat tersebut, sebagai makhluk sosial kita harus memiliki rasa toleransi yang tinggi.

Adanya sikap toleransi dan saling menghormati bisa menjadikan seseorang lebih memahami dan mencari tahu bagaimana alasan dari pendapat yang disampaikan oleh orang lain. Dengan memahami apa yang menjadi tujuan orang lain tersebut, kita bisa membangun persepsi yang sama untuk suatu topik yang sedang didiskusikan.

Mengajak seseorang (bersifatpersuasif)

Komunikasi sosial bisa bertujuan untuk mengajak seseorang. Mengajak seseorang yang bersifat persuasif akan menghasilkan berbagai manfaat. Dengan adanya semangat positif dalam menyebarkan ajakan, orang lain akan lebih tertarik dan ingin mengetahui apa yang akan kita sampaikan.

Dengan adanya suatu ajakan yang bersifat sopan dan menarik, seseorang akan lebih mudah tertarik dan bisa terpengaruh. Ajakan yang dimaksudkan adalah ajakan yang bersifat positif. Dengan adanya berbagai ajakan positif, seseorang akan menjadi tertarik dengan berbagai hal yang positifpula.


Teknik Komunikasi Sosial

Selain kemampuan melakukan komunikasi sosial yang dimiliki komunikator, pembawaan diri komunikator juga sangat mempengaruhi keberhasilan komunikasi. Untuk itu seorang komunikator harus memperhatikan etos serta sikapnya sebagai seorang komunikator.

Etos atau nilai diri mencakup kesiapan, kesungguhan, ketulusan, kepercayaan, ketenangan, keramahan, dan kesederhanaan. Sikap mencakup kesiapan komunikator baik dalam kesediaan menerima gagasan, selektif, mampu mencerna, mengkorelasikan serta mentransmisikan gagasan tersebut.

Untuk mencapai tujuan tersebut, diperlukan pula teknik-teknik komunikasi untuk melakukan penataan komunikasi yang efektif. Berikut ini beberapa teknik-teknik yang bisa dilakukan, antara lain:

TeknikAsosiatif

Teknik asosiatif menyajikan pesan dengan cara





menumpangkannya pada suatu peristiwa atau objek yang sedang booming atau sedang menjadi perhatian publik, khususnya target pesan atau komunikan.

Komunikator harus dapat memilih dengan tepat peristiwa atau objek tersebut, agar terjadi proses komunikasi efektif, dimana pesan yang disampaikan dapat dimengerti, dan mendapatkan respon positif dari komunikan.

Contoh: Bintara Patroli mengunjungi korban kebakaran rumah yang diakibatkan hubungan arus pendek.

“…Kepada Bapak/Ibu kami turut prihatin atas kejadian ini, kami berharap Bapak/Ibu dapat sabar dan tabah menghadapi cobaan ini. Kami segera berkoordinasi dengan petugas damkar untuk segera melakukan evakuasi dan pemadaman.”

TeknikIntegrasi

Teknik integrasi disini maksudnya adalah bahwa komunikator melakukan upaya menyatukan diri dengan komunikan (baca juga: contoh fungsi persuasif dalam komunikasi organisasi).

Contohnya dengan menggunakan kata kita, yang berarti anda dan saya. Alih-alih menggunakan kata kami, saya, atau anda. Dengan demikian komunikan dapat merasa menjadi bagian dari diri komunikator. Serta merasa bahwa komunikator tidak hanya mementingkan dirinya sendiri saja, tapi jugakomunikan.

“...Kami dari Kepolisian Republik Indonesia mengajak seluruh masyarakat untuk tertib berlalu lintas demi keselamatan dan kenyamanan bersama.”

Teknik Fear Arousal (Pembangkitan RasaTakut)

Teknik dalam komunikasi persuasif ini dilakukan dengan cara mengomunikasikan pesan dalam bentuk ucapan atau kalimat yang mengajak seseorang agar tidak melakukan tindakan-tindakan yang merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Teknik ini menimbulkan kecemasan, rasa takut, risau, dan penasaran. Hal ini karena teknik ini dilakukan dengan cara menakut-nakuti seseorang agar tidak bertindak ceroboh dalam memilih suatu produk atau mengajukan sebuah keputusan dalam komunikasi dimasyarakat. Misalnya, mengkampanyekan pencegahan penyakit demam berdarah kepada seluruh masyarakat dengan cara menakut-nakuti apabila tidak dilakukan prosedurnya akan mengalami penyakit demam berdarahtersebut.

“…Kepada seluruh siswa kami himbau untuk tidak lagi melakukan tawuran karena akibatnya sangat buruk selain





ketertiban umum yang terganggu, hal yang lebih penting lainnya adalah keselamatan jiwa dari adik-adik sekalian. Apabila di kemudian hari masalah ini berulang kami akan melakukan penindakan yang lebih tegas.”

d. Teknik Partisipatif

Teknik partisipatif ini sangat berpengaruh pada teknik integrasi, dimana seseorang akan membujuk atau mempengaruhi seseorang dengan cara terjun langsung menjadi bagian dari kegiatan masyarakat. Hal ini bertujuan untuk menarik simpati masyarakat agar melakukan suatu kegiatan yang dikampanyekan dan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya, dalam mengkampanyekan pencegahan penggunaan narkoba, komunikator juga melibatkan para mantan pecandu narkoba yang berhasil terbebas dari kecanduan obat terlarang tersebut, serta para pecandu yang sedang berjuang untuk lepas dari barang haram tersebut.

Dengan begitu komunikan dapat merasakan simpati dan melihat secara real akan bahaya narkoba, sehingga terpengaruh untuk menjauhi narkoba.

“…Kepada Bapak/Ibu yang kami hormati, sebagai orangtua tentu saja kita berharap anak-anak kita kelak akan menjadi orang-orang yang sukses. Tantangan dan ancaman saat ini bagi generasi muda sangatlah besar, salah satunya adalah penyalahgunaan narkoba. Pada kesempatan yang baik ini kami menghadirkan mantan pecandu narkoba yang berhasil terbebas dari pengaruh narkoba untuk bercerita dan berbagi pengalaman untuk kita semua. Harapannya kita semua bersama-sama bisa menjaga anak-anak kita untuk terhindar dari bahaya narkoba.”


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Komunikasi Sosial

Pesan yang mudahdipahami

Salah satu hal yang membuat komunikasi bisa berhasil adalah karena pesan yang sangat mudah dipahami oleh audiens atau komunikan yang menjadi lawan bicara. Dengan pesan yang mudah dipahami, komunikan akan lebih cepat memproses maksud dan tujuan dari komunikasi yang dilakukan, sehingga komunikasi pun bisa berhasil dilakukan dengan baik. Pesan yang mudah dipahami bisa membantu keberhasilan komunikasi lisan dan berbagai jenis komunikasi yanglain.

Persepsipositif

Persepsi positif yang dimiliki oleh komunikan terhadap





komunikator dan sebaliknya adalah salah satu faktor utama komunikasi bisa berjalan dengan lancar. Apabila audiens atau komunikan memiliki pandangan yang buruk terhadap komunikator, maka hal tersebut akan membuat pesan- pesan yang disampaikan oleh komunikator tidak bisa diterima dengan baik, atau menjadi bias sesuai dengan persepsi yang dimiliki oleh komunikan.

Percayadiri

Salah satu faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan seorang komunikator dalam mempengaruhi banyak orang, khususnya dalam komunikasi persuasif, adalah karena adanya rasa percaya diri yang baik dan bisa dirasakan oleh seluruh audiens yang sedang diajak bicara. Tentu saja untuk memiliki rasa percaya diri dibutuhkan pengalaman dan juga persiapan yang matang untuk menunjukkan bahwa komunikator tersebut menguasai materi yang dimilikinya. Hal yang sama juga bisa menjadi syarat keberhasilan pada public speaking, seperti yang kita bahas dalam teori public speaking.

Tingkat kedekatan komunikator dankomunikan

Salah satu hal yang juga bisa membuat komunikasi berhasil tanpa ada masalah tertentu adalah karena adanya tingkat kedekatan yang cukup dekat antara komunikator dan komunikan. Misalnya, sahabat sejak kecil, kawan lama, saudara, pasangan dan lain sebagainya. Mereka bisa berkomunikasi dengan mudah karena telah memiliki tingkat kedekatan yang baik. Oleh karena itu, komunikator bisa melakukan berbagai teknik pendekatan untuk menambah tingkat kepercayaan komunikan kepada dirinya apabila hal itu diperlukan.

Tidak adanya gangguankomunikasi

Gangguan komunikasi seperti misalnya gangguan media komunikasi, bisa menjadi salah satu penyebab mengapa komunikasi bisa berhasil dilakukan antara komunikator dan komunikan. Oleh karena itulah, untuk menjamin keberhasilan komunikasi yang dilakukan oleh komunikator, komunikator bisa memastikan bagaimana keadaan yang melingkupi kondisi komunikasi yang akan ia lakukan dengan komunikan.

Penggunaan bahasa yangsama

Bahasa yang sama juga bisa membuat komunikasi bisa berhasil dengan mudah lo. Bayangkan saja apabila kita menggunakan bahasa Indonesia, sementara rekan kita menggunakan bahasa Taiwan? Pasti akan sulit untuk saling memahami bukan? Perhatikan bahasa yang kamugunakan





ya, karena bahasa adalah salah satu komponen komponen komunikasi yang penting. Gunakanlah bahasa yang dipahami oleh komunikan yang kamu hadapi supaya kamu bisa berhasil berkomunikasi dengan mereka.





POKOK BAHASAN 2 NEGOSIASI


Pengertian Negosiasi

Menurut Sardjono(2009)

Negosiasi berasal dari bahasa Inggris, negotiation. Artinya perundingan. Perundingan dapat juga diartikan sebagai musyawarah untuk mufakat. Negosiasi merupakan suatu usaha untuk membangun kerja sama antara beberapa pihak.

Pihak tersebut melakukan negosiasi untuk mendatangkan keuntungan bersama dengan jalan persuasif, bukan dengan jalan represif atau intimidasi. Lebih lanjut, negosiasi dapat diartikan sebagai suatu langkah untuk membangun kesepahaman terhadap suatu permasalahan.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (dalam Darmayanti,2007)

Negosiasi merupakan proses tawar menawar dengan jalan berunding untuk memberi atau menerima guna mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak dengan pihak yang lain.

Menurut Yustinah dan Iskak(2008)

bernegosiasi merupakan suatu proses tawar menawar dengan cara berunding untuk memberi atau menerima dengan tujuan untuk mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak dengan pihak yanglain.


Prinsip-prinsipNegosiasi

Reasonable (masuk akal). negosiasi diambil dilakukan dengan mempertimbangkan secara logis situasi dan kondisi dari ancaman yangdihadapi.

Komunikasi yangbaik.

Pendengaraktif.

Rasa salingpercaya.

Salingpengertian.

Rasa empati.

Musyawarah. dan

Suasanakondusif.


Sasaran Negosiasi

Sasaran negoisasi antara lain:

Masalah sosial yang melibatkan massa seperti tawuran





antar pelajar, antar kampung.

Masalah percobaan bunuhdiri.

Penyanderaan.


Metode, Teknik dan StrategiNegosiasi

Pertimbangan dilakukannegosiasi.

Penilaian perkembangan situasi dan resiko yang dihadapi.

Keamanan dan ketertibanmasyarakat.

Kepentinganumum.

Menghindari jatuhnya korban baik dari pihak petugas maupunmasyarakat.

Metodenegosiasi.

Didalam melakukan negosiasi ada beberapa cara untuk melakukannya antara lain:

Face to Face yaitu melakukan negosiasi dengan bertatap muka antara kedua belah pihak antar kelompok secara langsung tanpa perantara pihaklain.

Perantara juru bahasa apabila kedua belah pihak tidak saling mengerti bahasa yang digunakan dalam berkomunikasi.

Menggunakan peralatan komunikasi seperti pengeras suara, telepon, HP, HT dansebagainya.

Menggunakan perantara pihakmasyarakat.

Tekniknegosiasi.

Dalam proses negosiasi, pihak-pihak yang berselisih seringkali menggunakan berbagai taktik agar dapat memperoleh hasil yang diinginkan. Arbono (2005) menyarankan beberapa taktik sebagai berikut:

Membuatagenda

Taktik ini harus digunakan karena dapat memberikan waktu kepada pihak-pihak yang berselisih. setiap masalah yang ada secara berurutan dan mendorong mereka untuk mencapai kesepakatan atas seluruh paket perundingan.

Bluffing

Taktik klasik yang sering digunakan para negosiator, bertujuan mengelabui lawan berundingnya dengan membuat distorsi kenyataan yang ada dan membangun suatu gambaran yang tidak benar. Contoh: pihak pengusaha menunjukkan bahwa mereka tidak peduli sama sekali dengan ancaman pihak pekerja untuk melakukan pemogokkan bila perundingan gagal (pada hal sebenarnya mereka khawatir bila pemogokanterjadi).





Membuat tenggang waktu(Deadline)

Taktik ini digunakan bila salah satu pihak yang berunding ingin mempercepat penyelesaian proses perundingan dengan cara memberikan tenggang waktu kepada lawannya untuk segera mengambil keputusan. Contoh: Pihak pengusaha menyatakan kepada pihak pekerja, bila paket PHK yang ditawarkan tidak diambil sekarang, maka paket PHK yang akan diberikan berikutnya akan lebih rendah dari yang ditawarkan saat ini.

Good Guy BadGuy

Taktik ini digunakan dengan cara menciptakan tokoh jahat dan baik pada salah satu pihak yang berunding. Tokoh jahat ini berfungsi untuk menekan pihak lawan sehingga pandangan-pandangannya selalu ditentang oleh pihak lawannya, sedangkan tokoh baik ini yang akan menjadi pihak yang dihormati oleh pihak lawannya karena kebaikannya. Sehingga pendapat- pendapat yang dikemukakannya untuk menetralisir pendapat tokoh jahat sehingga dapat diterimma oleh lawan berundingnya.

The Art ofConcecion

Taktik ini diterapkan dengan cara selalu meminta konsesi dari lawan berunding atas permintan pihak lawan berunding yang akan dipenuhi. Contoh, Pihak pengusaha sepakat untuk memberikan kenaikan gaji yang diminta pihak pekerja sepakat untuk mendukung pihak pengusaha mengurangi jumlah pekerja.

Intimidasi

Taktik ini dilakukan bila salah satu pihak membuat ancaman kepada lawan berundingnya agar menerima penawaran yang ada, dan menekankan konsekwensi yang akan diterima bila tawaran ditolak. Contoh, pihak pekerja mengancam bahwa bila permintaan kenaikan gaji mereka tidak dipenuhi oleh pihak pengusaha, maka mereka akan melakukan pemogokan selama 1 bulan.

StrategiNegosiasi

Dalam melakukan negosiasi, kita perlu memilih strategi yang tepat, sehingga mendapatkan hasil yang kita inginkan. Strategi negosiasi harus ditentukan sebelum proses negosiasi. Menurut Arbono (2005), ada beberapa macam strategi negosiasi yang dapat dipilih sebagaiberikut:

Win-win(menang-menang)

Strategi ini dipilih bila pihak-pihak yang berselisih





menginginkan penyelesaian masalah yang diambil pada akhirnya menguntungkan kedua belah pihak. Strategi ini juga dikenal sebagai integrative negotiation. Contoh, pihak manajemen sepakat untuk memberikan paket PHK diatas ketentuan pemerintah, dan pihak pekerja sepakat untuk dapat segera mengakhiri hubungan kerja dengandamai.

Win-lose(menang-kalah)

Strategi ini dipilih karena pihak-pihak yang berselisih ingin mendapatkan hasil yang sebesar-besarnya dari penyelesaian masalah yang diambil. Dengan strategi ini pihak-pihak yang berselisih saling berkompetisi untuk mendapatkan hasil yang mereka inginkan. Contoh, pihak pekerja terpaksa menyepakati kenaikan gaji dibawah target yang telah mereka usulkan sebelumnya kepada perusahaan.

Lose - lose(kalah-kalah)

Strategi ini dipilih biasanya sebagai dampak kegagalan dari pemilihan strategi yang tepat dalam bernegosiasi. Akibatnya pihak-pihak yang berselisih, pada akhirnya tidak mendapatkan sama sekali hasil yang diharapkan. Contoh, pihak pengusaha akhirnya melakukan “lock out” karena pengusaha tidak bersedia untuk menghentikan pemogokan.

Lose-Win (Kalah-Menang)

Strategi ini dipilih bila salah satu pihak sengaja mengalah untuk mendapatkan manfaat dengan kekalahan mereka. Contoh, Pihak pengusaha sengaja memberikan beberapa konsesi yang tidak terlalu signifikan kepada pihak pekerja, dengan harapan dapat membangun kepercayaan dengan pihak pekerja dimasa yang akandatang.


5. Cara Mengubah Pendapat Orang Lain

Banyak orang maupun tim gagal bernegosiasi karena terlalu terbawa emosi untuk merubah pendapat pihak lain. Ada dua kemungkinan, pertama menemukan jalan buntu. Dalam hubungan pribadi, pihak lawan merasa tidak tertarik lagi untuk menerima anda. Kemungkinan kedua, anda terlibat konflik dan debat kusir dengan pihak lawan secara emosional. Hindari negosiasi yang bersifat emosional. Ingatlah anda bernegosiasi untuk mencapai suatu kesepakatan bukan untuk memenangkan pertempuran.

Menurut Dale Carnegie (1980), seorang psikolog ternama, terdapat sembilan cara untuk merubah pikiran laintanpa





menimbulkan rasa kecewa dan mendongkol:

Mulailah dengan memberi pujian yangikhlas.

Berikan pengantar yang umum, bahwa permusyawaratan itu adalah untuk mencari persaudaraan, mencapai kesepakatan bersama dengan kesejahteraan kedua belah pihak. Akhiri dengan pembukaan ini dengan rasa hormat anda dan tim kepada pihak lawan dengan pujian yang  tulus.

Jika menunjukkan kesalahan-kesalahan orang, lakukanlah dengan cara yang tidaklangsung.

Sistem tunjuk hidung membuat pihak lawan kebakaran jenggot. Putarlah kalimat anda dengan cerdik, jangan menunjuk nama dan orang perorang. Wendell Philips berkata “ Apakah kesalahan itu? tidak lain dari pelajaran dan langkah pertama kearah perbaikan.

Berbicaralah tentang kesalahan-kesalahan anda sendiri, sebelum anda mengecam oranglain.

Tunjukan dulu kesalahan-kesalahan anda dengan jujur, baru menunjuk kepada kesalahan pihak lawan secara halus untuk menjadi refleksibersama.

Berilah perintah dalam bentukusul.

Setiap orang tidak suka diperintah. Dengan sebuah usulan yang disepakati, maka pihak orang lain akan menganggap hal itu sebagai pendapatnya sendiri, bukan sebuah perintah dari orang lain.

Usahakanlah jangan sampai menyinggung perasaan orang. Jagalah perasaan dan harga diri pihak lawan, sebagaimana anda menjaga perasaan dan harga diri pihakanda.

Pujilah perbaikan-perbaikan yang bagaimanapun kecilnya dan jika anda memuji lakukanlah dengan ikhlas dan penuh semangat.

Berilah reputasi (nama baik) kepada pihak lawan, supaya ia mempertahankannya.

Dorong dan berilah semangat pihaklawan.

Bersikaplah seolah-olah kesalahan pihak lawan itu mudah diperbaiki dan seolah-olah pekerjaannya mudah dilakukannya.

i. Usakanlah supaya pihak lawan suka melakukan apa yang anda inginkan. Pintar-pintarlah bermain diarena yang kompetitifini.


Cara Meyakinkan PihakLain


Berikut ini 12 (dua belas) cara untuk meyakinkan orang lain menurut Dale Cornegie (1994):

Cara satu-satunya yang benar untuk menenangkan dalam pertengkaran ialah janganbertengkar.





Hormatilah pendapat-pendapat pihaklawan.

Jangan sekali-kali mengatakan kepada pihak lawan, bahwa dia itu salah.

Jika anda salah, cepat-cepatlah mengatakannya dengan terusterang.

Mulailah dengan cara yang ramahtamah.

Cobalah segera orang dalam semangat “ ya, ya“.

Biarlah orang yang anda hadapi itulah yangbicara.

Biarlah pihak lawan mengira, bahwa gagasan itu datangnya daridia.

Cobalah melihat dari kacamata pihaklawan.

i. Bersikaplah empatik (penuh tenggang rasa) terhadap gagasan-gagasan dan pendapat-pendapat pihaklawan.

Sentuhlah perasaan mereka yang mulia danbagus-bagus.

Jelaskanlah gagasan anda dengan cara sedemikian rupa, sehingga orang biasmelihatnya.

Tantanglah orang orang itu dengan argument yangkuat.


Hal-hal yang Harus Diperhatikan Dalam Negosiasi

Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika menyampaikan pendapat dalam negosiasi Darmayanti (2007), yaitu:

Pendapat yang disampaikan dengan lancar, jelas, dan sopan. Hal ini bertujuan agar tidak terjadi kesalahan dalam memahami pendapat yangdisampaikan.

Pendapat yang disampaikan disertai dengan alasan, fakta, atau contoh yang jelas. Hal ini bertujuan agar apa yang disampaikan berdasarkan pada alasan yang dapat diterima secara rasional dan benaradanya.

Menyampaikan pendapat dengan intonasi dan suara yang keras agar dapat dengan mudah dipahami oleh orang lain. Penyampaian pendapat dengan intonasi dan suara yang kurang keras, akan menyebabkan pembaca kesulitan dalam mendengar dan memahami hal yangdisampaikan.

Kejelasan dalam menyampaikan pendapat. Pendapat yang disampaikan dengan jelas akan menjadikan orang lain percaya dan yang diajak negosiasi dapat memahami yang disampaikan.
















Rangkuman




Komunikasi sosial adalah kemunculan yang sinergis antara interaksi sosial, sosial kognisi, pragmatis (verbal dan nonverbal), dan pemrosesan bahasa yang reseptif dan ekspresif. Singkat kata, komunikasi sosial merujuk pada bahasa yang digunakan dalam berbagai situasi sosial.

Tujuan komunikasisosial

Memahami perasaan oranglain

Pesan yang disampaikan dapat dimengerti penerimapesan

Pendapat bisa diterima orang yanglain

Membangun persepsi yangsama

Mengajak seseorang (bersifatpersuasif)

Teknik komunikasi sosial

Teknikasosiatif

Teknikintegrasi

Teknik pembangkitan rasatakut

Teknikpartisipatif

Faktor-faktor yang memperngaruhi keberhasilansosial

Pesan yang mudahdipahami

Persepsipositif

Percayadiri

Tingkat kedekatan komunikator dankomunikan

Tidak adanya gangguankomunikasi

Penggunaan bahasa yangsama

Negosiasi adalah adalah proses perundingan antara dua pihak melalui tawar-menawar untuk mendapatkan kesepakatan bersama.

Teknik negosiasi:

Membuatagenda

Bluffing

Membuat tenggang waktu(Deadline)

Good Guy BadGuy

The Art ofConcecion

Intimidasi


Strategi negosiasi

Win-win(menang-menang)

Win-lose(menang-kalah)

Lose-lose(kalah-kalah)

Lose-Win (Kalah-Menang)








Cara untuk merubahpikiran

Mulailah dengan memberi pujian yangikhlas

Jika menunjukkan kesalahan-kesalahan orang, lakukanlah dengan cara yang tidaklangsung

Berbicaralah tentang kesalahan-kesalahan anda sendiri, sebelum anda mengecam oranglain

Berilah perintah dalam bentukusul

Usahakanlah jangan sampai menyinggung perasaanorang

Pujilahperbaikan-perbaikan

Berilah reputasi (namabaik)

Dorong dan berilah semangat pihaklawan

i. Usakanlah supaya pihak lawan suka melakukan apa yang andainginkan






SoalLatihan



Jelaskan pengertian komunikasisosial!

Jelaskan prinsip-prinsip komunikasisosial!

Jelaskan tujuan dan sasaran komunikasisosial!

Jelaskan teknik komunikasisosial!

Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan komunikasisosial!

Jelaskan pengertiannegosiasi!

Jelaskan prinsip-prinsipnegosiasi!

Jelaskan sasarannegosiasi!

Jelaskan metode, teknik dan strateginegosiasi!

Jelaskan cara mengubah pendapat oranglain!

Jelaskan cara meyakinkan pihaklain!

Jelaskan hal-hal yang harus diperhatikan dalamnegosiasi!



















ADMIN Bermimpi untuk bebas

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel