KOMUNIKASI SOSIAL I


MODUL

KOMUNIKASI SOSIAL



20 JP (900menit)






Pendahuluan



Dalam pelaksanaan tugas Binmas maupun fungsi sabhara, diperlukan kemampuan patroli, sebagai usaha pencegahan terjadinya gangguan Kamtibmas, yang disebabkan oleh adanya potensi gangguan, ambang gangguan dan gangguan nyata dengan cara mendatangi, menjelajahi, mengamati, mengawasi, memperhatikan situasi, dan/atau kondisi yang diperkirakan akan menimbulkan gangguan nyata.

Untuk mendukung keberhasilan pelaksanaan patroli diperlukan kemampuan komunikasi baik verbal maupun non verbal agar dapat menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada masyarakat, selain memperoleh informasi Kamtibmas dari masyarakat, sehingga dapat mengambil tindakan atau langkah-langkah yang tepat dan cepat demi terwujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Sebagai upaya dalam mewujudkan kemampuan komunikasi bagi Bintara Binmas, maka dalam modul ini dibahas materi tentang: konsep dasar komunikasi, komunikasi interpersonal, komunikasi sosial dan negosiasi.








StandarKompetensi



Mampu melaksanakan komunikasi sosial dalam pelaksanaan tugas Binmas.





















MODUL 1

KOMUNIKASI INTERPERSONAL



10 JP (450 menit)






Pengantar



Modul komunikasi interpersonal membahas tentang pengertian komunikasi interpersonal, tujuan komunikasi interpersonal, teknik komunikasi interpersonal, pedoman dialog pada situasi aman dan rawan dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan komunikasi interpersonal.

Tujuan diberikan materi ini agar peserta didik dapat memahami dan terampil melakukan komunikasi interpersonal.









KompetensiDasar




Memahami komunikasiinterpersonal.

Indikator Hasil Belajar:

Menjelaskan pengertian komunikasiinterpersonal.

Menjelaskan tujuan komunikasiinterpersonal.

Menjelaskan teknik komunikasiinterpersonal.

Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan komunikasiinterpersonal.

Menjelaskan cara komunikasi interpersonal dalam bentuk dialog pada situasi aman danrawan.


Menerapkan komunikasiinterpersonal

Indikator Hasil Belajar:

Mempraktikkan komunikasi interpersonal dalam bentuk dialog pada situasiaman.

Mempraktikkan komunikasi interpersonal dalam bentuk dialog pada situasirawan.

















MateriPelajaran




Pokok Bahasan:

Komunikasi interpersonal.

Sub Pokok Bahasan:

Pengertian komunikasiinterpersonal.

Tujuan komunikasiinterpersonal.

Teknik komunikasiinterpersonal.

Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan komunikasi Interpersonal.

Cara komunikasi interpersonal dalam bentuk dialog pada situasi aman danrawan.










MetodePembelajaran



Metodeceramah

Metode ini digunakan untuk menjelaskan materi tentang pengertian komunikasi interpersonal, tujuan komunikasi interpersonal, teknik komunikasi interpersonal, pedoman dialog pada situasi aman dan rawan dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan komunikasiinterpersonal.


Metode tanyajawab

Metode ini digunakan untuk mendalami dan mengeksplore penguasaan materi pengertian komunikasi interpersonal, tujuan komunikasi interpersonal, teknik komunikasi interpersonal, pedoman dialog pada situasi aman dan rawan dan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan komunikasi interpersonal.


Metodepraktik

Metode ini digunakan untuk mempraktikkan komunikasi interpersonal.



















Alat,Media,BahandanSumberBelajar



Alat, Media danBahan:

Visualprojector.

Flipchart.

Komputer/laptop.

Lcd danscreen.

Lacerpoint.

Video komunikasi verbal dannonverbal.

Kertasflipchart.

Spidol/alat tulislainnya.


Sumber Belajar:

Cangara, Hafied. 2007. Pengantar Ilmu Komunikasi. Jakarta; Raja GrafindoPersada.

Griffin,EM(2003)AFirstLookatCommunicationTheory

7th ed. Boston: McGraw-Hill.

Severin, Werner J. Teori Komunikasi. Sejarah, Metode, dan Terapan di dalam Media Massa. Prenada Media. Jakarta. 2005.

Uchjana, Onong Effendy. Ilmu, Teori dan Filsafat Komunikasi. Citra Aditya Bakti. Bandung :2000.

Baskin, O.W. & Aronoff, C.E. (1980) Interpersonal Communication in Organizations Santa Monica, Cal.: Goodyear Publishing Company,Inc.

Borcher, T. (1999) Definition of Interpersonal Communication. Dokumen www.Dapat diakses:http://www.abacon.com/commstudies/interpersonal/indefinition. html [12 Mei2005].

DeVito, Joseph A. 2016. The Interpersonal Communication Book: Fourtheenth Edition. Edinburgh: Pearson Education Limited.

M. Hardjana, Agus. 2003. Komunikasi Intra Personal dan Interpersonal. Yogyakarta;Kanisius.

Rakhmat, Jalaludin. Psikologi Komunikasi. PT Remaja Rosdakarya. Bandung1996.

Supratiknya, A. Komunikasi Antarpribadi Tinjauan Psikologis. Penerbit Kanisius. Yogya1995.

Tella, S. & Mononen-Aaltonen, M. (1998) “Developing Dialogic Communication Culture” dalam Media Education 8 1998.














KegiatanPembelajaran



Tahap awal: 10menit

Pendidik melaksanakanapersepsi:

Perkenalan.

Menyampaikan tujuanpembelajaran.

Menyampaikan tugas yang harus diselesaikan perserta didik selamapembelajaran.

Peserta didik menyimak, menanggapi dan melaksanakan instruksipendidik.


Tahap Inti: 420 menit

Tahap Inti 1: penyampaian materi: 60 menit

Pendidik menggali pendapat peserta didik tentang materi konsep dasar komunikasi dan komunikasiinterpersonal.

Pendidik menyampaikan materipelajaran.

Pendidik menayangkan video tentang komunikasi verbal dan nonverbal.

Peserta didik memperhatikan dan menanggapi tayangan video.

Pendidik   memberikan contoh pelaksanaan komunikasi verbal dan nonverbal.

Pendidik memberikan kesempatan peserta didik untuk bertanya materi yang belumdipahami.


Tahap Inti 2: praktik komunikasi interpersonal: 180 menit

Pendidik membagi kelompok pesertadidik.

Pendidik menginstruksikan peserta didik mempraktikan komunikasi interpersonal dalam kondisiaman.

Peserta didik mempraktikkan komunikasi interpersonal dalam kondisiaman.

Pendidik memberikan tanggapan dan evaluasi hasilpraktik.


Tahap Inti 3: praktik komunikasi interpersonal:180 menit

Pendidik membagi kelompok pesertadidik.

Pendidik menginstruksikan peserta didik mempraktikan komunikasi interpersonal dalam kondisirawan.

Peserta didik mempraktikkan komunikasi interpersonal dalam kondisi rawan.

Pendidik memberikan tanggapan dan evaluasi hasilpraktik.


Tahap akhir: 20menit

Pendidik melakukan penguatan terhadap materi yang telah diberikan.

Pendidik memberikan pertanyaan kepada pesertadidik








mengenai materi yang telah diberikan.

Pendidik memberikan feed back kepada peserta didik mengenai prosespembelajaran.

Pendidik menyimpulkan materi dan menutuppembelajaran.






Tagihan/Tugas















LembarKegiatan




Praktik teknik komunikasi interpersonal dalam situasi sasaran aman

SKENARIO 1


Pada hari selasa tanggal 14 Agustus 2018 pukul 07.00 s.d. 15.00 shift 1 regu A Patroli Polsek X yang terdiri dari 2 personel melaksanakan tugas patroli dengan sasaran pasar tradisional Y dimana dari informasi anev petugas patroli lama tidak terjadi gangguan Kamtibmas dalam 1x24 jam. Lokasi pasar 1 KM dari Mako Polsek X sehingga petugas patroli dengan berjalan kaki. Setelah sampai di pasar Y tersebut, petugas patroli bertemu dengan petugas parkir, pedagang dan pembeli untuk melakukan dialog guna mengetahui situasi Kamtibmas. Selama patroli tidak terjadi gangguan Kamtibmas dan petugas patroli melanjutkan kegiatan patroli sesuai dengan beat.

Targetkondisi:

Mewujudkan situasi dialog interpersonal antara petugas dengan petugas parkir, pedagang dan pembeli.

Petugas parkir, pedagang dan pembeli tidak merasa canggung dan tidak terganggu dengan kehadiran petugaspatroli.

Petugas parkir, pedagang dan pembeli menyadari kehadiran petugas merupakan bagian dari tugas pokoknya dalam menjaga keamanan danketertiban.

Tugas pesertadidik:

Peran PetugasPatroli

Menjelaskan tujuan kehadiran petugaspatroli.

Mengidentifikasi pokok permasalahan yang sedang dihadapi petugas parkir, pedagang dan pembeli.










Meyakinkan bahwa kehadian petugas patroli adalah untuk memperoleh informasi permasalahan yang dihadapi dan membantu menyelesaikan masalah petugas parkir, pedagang danpembeli.

Menginformasikan pesan-pesankamtibmas.

Peran petugasparkir

Mengatur parkir kendaraan agar tidak mengganggu mobilitas sekitar area parkir.

Peranpenjual

Menjual pada tempat-tempat yang ditentukan dan tidakmengganggu.

Peranpembeli

Agar tidak meletakan barang yang dibeli secara sembarang sehingga mengganggu mobilitas area sekitar.


Praktik teknik komunikasi interpersonal dalam situasi sasaranrawan

SKENARIO 2


Pada hari rabu tanggal 15 Agustus 2018 pukul 17.00 s.d. 03.00 regu C patroli Polsek Y yang terdiri dari 4 personel melaksanakan tugas patroli dengan sasaran Terminal B. Lokasi terminal B 10 km dari dari Mako Polsek Y, sehingga petugas patroli menggunakan kendaraan bermotor roda 4. Setelah sampai di terminal tersebut, petugas patroli menemukan kerumunan massa yang sedang menghakimi seseorang yang melakukan tindak pidanapencopetan.

Targetkondisi:

Terwujudnya situasi dialog interpersonal antara petugas dengan kerumunan massa danpencopet.

Berkomunikasi dengan kerumunan massa agar tidak main hakimsendiri.

Berkomunikasi dengan pencopet agar tidak melarikan diri.

Tugas pesertadidik:

Peran petugaspatroli:

Memposisikan diri dalam kondisirawan.

Meminta penambahan personel beatsebelah.

Menghimbau kerumunan massa agar tidak main hakim sendiri dengan pendekatanhukum.

Peran kerumunan massa:

Mengerumuni pencopet yangtertangkap.

Menghakimi pencopet yangtertangkap.

Pencopet:

Membawa hasilcopetan.

Berusaha lari darikerumunan.







Praktik teknik komunikasi interpersonal dalam situasi sasaran rawan

SKENARIO 3


Pada hari Sabtu, tanggal 30 november 2018 pukul 23.00 – 07.00, shift 3 regu C dan shift 1 Regu A Polres D melaksanakan kegiatan patroli menggunakan kendaraan R4 ke daerah rawan curanmor dan pembegalan di dekat stadion sepakbola dan pertokoan. Sekitar pukul 01.45 petugas patroli mendengar teriakan orang minta tolong. Setelah petugas patroli mendatangi didapati petugas keamanan telah mengamankan satu orang yang diduga pelaku pembegalan dan satu orang lagi melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor ke arahpertokoan.

Targetkondisi:

Terwujudnya situasi dialog interpersonal antara petugas keamanan dan pelaku.

Dapat berkomunikasi dengan petugas keamanan agar tidak main hakimsendiri.

Berkomunikasi dengan pelaku yang tertangkap untuk bersikap tenang dan menanyakan pelaku yang melarikandiri.

Tugas pesertadidik:

Peran petugaspatroli:

Menanyakan kepada korban dan petugas keamanan tentang apa yangterjadi.

Melaporkan keinduk satuan tentang kejadian pembegalan.

Meminta bantuan beat lain untuk melakukan penyekatan lokasi dimana pelaku melarikan diri dengan menggunakanHT.

Peran petugaskeamanan:

Membawa pelaku ke tempat aman agar tidak terjadi main hakimsendiri.

Menyerahkan pelaku kepada petugaspatroli.

Peranpelaku:

Pelaku 1 pasrah karenatertangkap.

Pelaku 2 melarikandiri.
















BahanBacaan



POKOK BAHASAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL


Pengertian KomunikasiInterpersonal

Beberapa pengertian komunikasi dari para ahli yang dikutip dari Rakhmat (2001: 3-10):

Hovland, Janis dan Kelly (1953): “Communication is the process by which an individual (the communicator) transmit stimuli (usually verbal) to modify the behavior of other individuals (the audience)”. Disini dimaksudkan bahwa komunikasi sejatinya adalah proses seseorang yang bertindak sebagai komunikator mengirimkan stimuli atau respon berupa verbal untuk mempengaruhi kepribadian atau sikap seseorang yang bertindak sebagaikomunikan.

Dance (1970): Komunikasi adalah usaha menimbulkan respons melalui lambang-lambangverbal.

Colin Cherry (1964): Komunikasi adalah usaha untuk membuat satuan sosial dari individu dengan menggunakan bahasa atau tanda. Dan juga memiliki serangkaian peraturan untuk berbagai kegiatan mencapaitujuan.

Harnack dan Fest (1964): Komunikasi adalah suatu proses interaksi diantara orang-orang untuk tujuan integrasi intrapersonal daninterpersonal.

Edwin Neuman (1948): Komunikasi adalah proses untuk mengubah kelompok manusia menjadi kelompok yang berfungsi.

Joseph A. Devito: Komunikasi seperti disadur dalam Effendi (1984:7), adalah sebuah tindakan oleh satu orang atau lebih yang mengirimkan dan menerima pesan dengan situasi tertentu. Lalu menghasilkan dampak dan kesempatan untuk menerima pesan. Tindakan komunikasi mencakup beberapa komponen yaitu, situasi, pengirim, penerima, media, hambatan, penerimaan, pemahaman, respon danefek.

Dari berbagai pengertian komunikasi yang dinyatakan di atas dapat disimpulkan bahwa komunikasi adalah suatu proses pertukaran pesan dari satu pihak (individu atau kelompok) kepada pihak lain (individu atau kelompok), melalui saluran tertentu sehingga menimbulkan pengertian bersama untuk mencapai tujuantertentu.








Tujuan KomunikasiInterpersonal

Setiap kegiatan manusia memiliki tujuan, tak terkecuali komunikasi antarpribadi. Menurut Supratiknya (1995:30) komunikasi interpersonal memiliki lima tujuan utama dalam pelaksanaanya, yang meliputi:

Belajar maksudnya dengan komunikasi individu dapat mengetahui dunia luar, luaswawasannya.

Berhubungan menjalin relasi dengan individu lain dan optimalisasi dalam menilai diri dan individu lain secara positif.

Mempengaruhi orang lain untuk mengikuti apa yang dikemukakan komunikator berpartisipasi dalam kegiatan bersama.

Bermain mencapai tujuan kesenangan dan mencapai kesejahteraanbersama.

Membantu orang lain yang memilikimasalah.

Sementara itu, merujuk pada pendapat Sugiyo (2005:11), dikatakan bahwa terdapat sembilan tujuan komunikasi interpersonal yaitu:

Menemukan dirisendiri

Menemukan dunialuar

Membentuk dan memelihara hubungan yangbermakna

Mengubah sikap dan perilaku sendri dan oranglain

Bermain danhiburan

Belajar

Mempengaruhi oranglain

Merubah pendapat oranglain

Membantu oranglain

Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa dalam komunikasi antarpribadi memiliki tujuan yang sangat banyak. Akan tetapi secara garis besar komunikasi antarpribadi dilakukan dengan tujuan dalam upaya pemenuhan kebutuhan sosiopsikologis manusia,

Berkomunikasi antarpribadi, atau secara ringkas berkomunikasi, merupakan keharusan bagi manusia. Manusia membutuhkan dan senantiasa berusaha membuka serta menjalin komunikasi atau hubungan dengan sesamanya. Selain itu, ada sejumlah kebutuhan di dalam diri manusia yang hanya dapat dipuaskan lewat komunikasi dengan sesamanya.

Dapat disimpulkan bahwa proses penyampaian informasi, pikiran dan sikap tertentu antara dua orang atau lebih yang terjadi pergantian pesan baik sebagai komunikan maupun komunikator dengan tujuan untuk mencapai saling pengertian, mengenai masalah yang akan dibicarakan yang akhirnya diharapkan terjadi perubahan perilaku merupakan pengertian komunikasi interpersonal atau komunikasi antarpribadi.





Teknik komunikasiinterpersonal

Beberapa teknik komunikasi dalam situasi semi formal-formal:

Informative Communication (Komunikasi Informatif). Informative communication adalah suatu pesan yang disampaikan kepada seseorang atau sejumlah orang tentang hal-hal baru yangdiketahuinya.

Teknik ini berdampak kognitif pasalnya komunikan hanya mengetahui saja. Seperti halnya dalam penyampaian berita dalam media cetak maupun elektronik, pada teknik informatif ini berlaku komunikasi satu arah, komunikatornya melembaga, pesannya bersifat umum, medianya menimbulkan keserempakan, serta komunikannya heterogen.

Teknik informatif yang digunakan oleh media bersifat asosiasi, yaitu dengan cara menumpangkan penyajian pesan pada objek atau peristiwa yang sedang menarik perhatian khalayak.

Contoh teknik komunikasi informatif dalam pelaksanaan patroli sabhara.

“…Seluruh pengendara kendaraan roda 2 wajib menggunakan helm berstandar SNI sesuai dengan aturan yang tercantum dalam Undang-undang 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.”

Persuasif Communication (Komunikasi Persuasif). Komunikasi persuasif bertujuan untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku komunikan yang lebih menekan sisi psikologis komunikan. Penekanan ini dimaksudkan untuk mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, tetapi persuasi dilakukan dengan halus, luwes, yang mengandung sifat-sifat manusiawi sehingga mengakibatkan kesadaran dan kerelaan yang disertai perasaan senang. Agar komunikasi persuasif mencapai tujuan dan sasarannya, maka perlu dilakukan perencanaan yang matang dengan mempergunakan komponen-komponen ilmu komunikasi yaitu komunikator, pesan, media, dan komunikan. Sehingga dapat terciptanya pikiran, perasaan, dan hasil penginderaannya terorganisasi secara mantap dan terpadu. biasanya teknik ini afektif, komunikan bukan hanya sekedar tahu, tapi tergerak hatinya dan menimbulkan perasaan tertentu.

Contoh teknik komunikasi persuasif dalam pelaksanaan patroli sabhara.

“…Marilah kita bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban dengan selalu melakukan program siskamling





yang dilakukan secara rutin untuk menghindari adanya terjadinya tindak kriminalitas di lingkungan warga sekitar.”

c. Coersive/Instruktive Communication (Komunikasi Bersifat Perintah).

Komunikasi instruktif atau koersi teknik komunikasi berupa perintah, ancaman, sangsi dan lain-lain yang bersifat paksaan, sehingga orang-orang yang dijadikan sasaran (komunikan) melakukannya secara terpaksa, biasanya teknik komunikasi seperti ini bersifat fear arousing, yang bersifat menakut-nakuti atau menggambarkan resiko yang buruk. Serta tidak luput dari sifat red-herring, yaitu interest atau muatan kepentingan untuk meraih kemenangan dalam suatu konflik, perdebatan dengan menepis argumentasi yang lemah kemudian dijadikan untuk menyerang lawan. Teknik ini bisa digunakan oleh atasan terhadap bawahannya yang menuntut adanya kedisiplinan kerja karyawannya.

Contoh teknik komunikasi Coersive dalam pelaksanaan patroli sabhara.

“…Apabila Bapak/Ibu tidak menggunakam helem sesuai standar SNI, maka kami akan melakukan penindakan dengan memberikan sanksi berupa tilang karena telah melanggar aturan yang berlaku.


Faktor-faktor yang Mempengaruhi Keberhasilan Interpersonal

Komunikasi interpersonal yang efektif menjadi keinginan semua orang. Dengan komunikasi efektif tersebut, pihak-pihak yang terlibat didalamnya memperoleh manfaat sesuai yang diinginkan. Ada beberapa faktor yang sangat menentukan keberhasilan komunikasi interpersonal apabila dipandang dari sudut komunikator, komunikan dan pesan.

Faktor keberhasilan dilihat dari sudutkomunikator

Kredibilitas: ialah kewibawaan seorang komunikator di hadapan komunikan. Pesan yang disampaikan oleh seorang komunikator yang kredibilitasnya tinggi akan lebih banyak memberi pengaruh terhadap penerima pesan.

Daya tarik: ialah daya tarik fisik maupun non fisik. Adanya daya tarik ini akan mengundang simpati penerima pesan komunikasi. Pada akhirnya penerima pesan akan dengan mudah menerima pesan-pesan yang disampaikan olehkomunikator.

Contoh: seorang pimpinan perusahaan, sebaiknya berpenampilan yang menggambarkan ia sebagai





seorang pemimpin apabila dalam berkantor supaya karyawan-karyawannya segan terhadap pimpinannya. Dan tidak hanya penampilan saja seorang pemimpin harus menjaga kewibawaannya juga apabila dia sedang melakukan meeting bersama kliennya. Dan tidak bertele-tele dalam berkomunikasi dengan klien ataupun karyawannya.

Kemampuan intelektul: ialah tingkat kecakapan, kecerdasan dan keahlian seorang komunikator. Kemampuan intelektual itu diperlukan seorang komunikator, terutama dalam hal menganalisis suatu kondisi sehingga bisa mewujudkan cara komunikasi yangsesuai.

Contoh: kita harus melihat terlebih dahulu kita berkomunikasi dengan siapa. Agar nantinya kita tidak banyak mengulang kata-kata yang sudah kita ucapkan. Misalkan, kita berbicara dengan kemampuan intelektualnya yang setara dengan kita itu akan memudahkan kita dalam berkomunikasi. Apabila kita berbicara dengan kemampuan intelektualnya biasa saja kita harus menyampaikan pesannya yang mudah dimengerti dan tidakbertele-tele.

Integritas atau keterpaduan sikap dan perilaku dalam aktivitas sehari-hari. Komunikator yang memiliki keterpaduan, kesesuaian antara ucapan dan tindakannya akan lebih disegani oleh komunikan. Contoh: kita berbicara dengan teman maupun orang lain apakah sudah sesuai belum apa yang kita bicarakan terhadap teman sesuai dengan perilaku kita sehari-hari. Kita menasehati teman ataupun berkata yang bijak terhadap teman, akan tetapi perilaku kita tak sebijak apa yang telah kita bicarakan terhadap teman kita sehingga teman kita akan menanggapinya hanyalah anginlalu.

Keterpercayaan, kalau komunikator dipercaya oleh komunikan maka akan lebih mudah menyampaikan pesan dan mempengaruhi sikap oranglain.

Contoh: Caleg yang sedang mengadakan kampanye di kota-kota besar untuk menarik simpati dari warga kota. Hampir sama dengan keterpaduan sikap dan perilaku apakah sudah sesuai caleg yang ingin mencalonkan dirinya sebagai wakil rakyat terhadap perilakunya. Apabila perilaku caleg itu bobrokisasi maka ia akan berbicara apapun dihadapan warganya maka tetap warga akan tidak percaya dengan janji-janji manis yang telah diumbarkan dalam kampanye tersebut. Namun, apabila sebaliknya perilaku dari calegtersebut





tidaklah aneh-aneh atau tidak hanya bicara saja dan mau turun ke jalan-jalan, maka warga akan lebih mudah percaya dibandingkan tidak adanya bukti untuk memakmurkan warganya.


Kepekaan sosial, yaitu suatu kemampuan komunikator untuk memahami situasi di lingkungan hidupnya. Apabila situasi lingkungan sedang sibuk, maka komunikator perlu mencari waktu yang lebih tepat untuk menyampaikan suatu informasi kepada orang lain.

Contoh: kita harus menempatkan diri apabila ingin berkomunikasi dengan tetangga ataupun orang dilingkungan sekitar, apakah sedang ada waktu luang atau tidak.

Kematangan tingkat emosional, ialah kemampuan komunikator untuk mengendalikan emosinya, sehingga tetap dapat melaksanakan komunikasi dalam suasana yang menyenangkan di kedua belahpihak.

Contoh: kita juga harus peka terhadap raut wajah dan suasana hati lawan bicara kita, apabila lawan kita sedang sedih sebaiknya kita ikut bersimpati. Namun, apabila lawan bicara kita suasana hatinya sedang gembira maka timpalah dengan komunikasi yang menyenangkan agar tidak terjadi miss komunikasi di kedua belahpihak.

Berorientasi kepada psikologis komunikan, artinya seorang komunikator perlu memahami kondisi psikologis orang yang diajak bicara. Diharapkan komunikator dapat memilih saat yang paling tepat untuk menyampaikan suatu pesan kepada komunikan. Contoh: kita juga harus peka terhadap komunikan apakah komunikan sedang mengalami banyak masalah atau tidak sehingga kita berkomunikasi dapat dilain waktu.

Komunikator harus bersikap supel, ramah, dan tegas. Contoh: seperti Mario teguh walaupun beliau menyampaikan pesan secara formal tetapi beliau juga bisa bersikap supel danramah.

Faktor keberhasilan dilihat dari sudutkomunikan

Komunikan yang cakap akan mudah menerima dan mencerna materi yang diberikan olehkomunikator.

Komunikan yang mempunyai pengetahuan yang luas akan cepat menerima informasi yang diberikan komunikator.

Komunikan harus bersikap ramah, supel dan pandai bergaul agar tercipta proses komunikasi yanglancar.





4) Komunikan harus memahami dengan siapa ia berbicara.

Hambatan-Hambatan Dalam Komunikasi Interpersonal Sedangkan faktor-faktor yang menghambat efektivitas komunikasi interpersonal dibawahini:


Kredibilitas komunikatorrendah

Komunikator yang tidak berwibawa dihadapan komunikan, menyebabkan berkurangnya perhatian komunikan terhadap komunikator.

Kurang memahami latar belakang sosial dan budaya Nilai-nilai sosial budaya yang berlaku disuatu komunitas atau dimasyarakat harus diperhatikan, sehingga komunikator dapat menyampaikan pesan dengan baik, tidak bertentangan dengan nilai-nilai sosial budaya yang berlaku. Sebaliknya, antara pihak- pihak yang berkomunikasi perlu menyesuaikan diri dengan kebiasaan yangberlaku.

Kurang memahami karakterisitik komunikan Karakteristik komunikan meliputi tingkat pendidikan, usia, jenis kelamin, dan sebagainya perlu dipahami oleh komunikator. Apabila komunikator kurang memahami, cara komunikasi yang dipilih mungkin tidak sesuai dengan karakteristik komunikan dan hal ini dapat menghambat komunikasi karena dapat menimbulkan kesalahpahaman.

Prasangkaburuk

Prasangka negative antara pihak-pihak yang terlibat komunikasi harus dihindari, karena dapat mendorong kearah sikap apatis dan penolakan.

Verbalistis

Komunikasi yang hanya berupa penjelasan verbal berupa kata-kata saja akan membosankan dan mengaburkan komunikan dalam memahami makna pesan.

Komunikasi satuarah

Komunikasi berjalan satu arah, dari komunikator kepada komunikan terus menerus dari awal sampai akhir, meyebabkan hilangnya kesempatan komunikan untuk meminta penjelasan terhadap hal-hal yang belum dimengerti.

Tidak digunakan media yangtepat

Pilihan penggunaan media yang tidak tepat menyebabkan pesan yang disampaikan sukar dipahami olehkomunikan.

Perbedaanbahasa

Perbedaan bahasa menyebabkanterjadinya





perbedaan penafsiran terhadap simbol-simbol tertentu. Bahasa yang kita gunakan untuk berkomunikasi dapat berubah menjadi penghambat bila dua orang mendefinisikan kata, frasa, atau kalimat tertentu secaraberbeda.

Contoh: dalam kasus percintaan, ada seorang cowok mengatakan perasaan yang ingin lebih dari teman terhadap sang cewek. Namun, sang cewek itu menjawab “tunggu ya pasti saya jawab secepatnya” apakah itu secepat kilat, atau 5 hari bahkan 1 tahun?

9) Perbedaan persepsi

Apabila pesan yang dikirimkan oleh komunikator dipersepsi sama oleh komunikan, maka keberhasilan komunikasi menjadi lebih baik. Namun perbedaan latar belakang sosial budaya, seringkali mengakibatkan perbedaan persepsi, karena perbedaan latar belakang budaya, semakin besar pula pengalaman bersama.


Cara Komunikasi Interpersonal dalam Bentuk Dialog Pada Situasi Aman danRawan

Cara dialog dalam komunikasi interpersonal petugas patroli pada situasiaman.

Mengucapkan salam dan memperkenalkandiri.

Tersenyum dan tampilkan raut wajah yang bersahabat saat menyapamasyarakat.

Saat bersalaman, bila perlu berikan tepukan lembut pada lengan atas sebelah kanan dari orang yang diajak dialog. (catatan: tidak berlaku pada lawan jenis atau tokohmasyarakat).

Kontak mata pada orang yang diajakbicara.

Sikap tubuh bersahabat tetapi tetapwaspada.

Tidak menekan intonasisuara.

Menggunakan tutur kata yang sopan, dan bila perlu menggunakan bahasa daerahsetempat.

Menyebutkan nama dankesatuan.

Berbincang-bincang tentang pekerjaan atau kebiasan masyarakat yang ditemuitersebut.

Pastikan orang yang akan diajak dialog sedang tidak sibuk melakukansesuatu.

Awali dialog dengan bertanya tentang “kabar” dan “kegiatan apa yang sedangdilakukannya”.

Berikan empati dengan cara memberikan pertanyaan atau pernyataan yang menggambarkan minat kita terhadap aktivitas atau profesi yang digelutinyasehari-hari.

Kembangkan minat kita terhadap lawanbicara





dengan memberikan pertanyaan dari penjelasan yang telah diberikan lawan bicara.

Upayakan untuk lebih banyak mendengarkan penjelasan dari lawan bicara kita dan hindari memotongpembicaraannya.

Hindari pertanyaan yang menimbulkan kesan menginterogasi bagi orang yang diajakdialog.

Pertahankan dialog tetap fokus pada topik pembicaraan tentang aktivitas atau profesi lawan bicara.

Berdialog tentang situasi keamanandisekitar.

Pilih waktu yang tepat untuk mengalihkan topik pembicaraan, dari topik tentang profesi atau aktivitasnya, menjadi topik situasi Kamtibmas di lingkungansekitarnya.

Untuk mengalihkan topik pembicaraan menjadi situasi Kamtibmas, berikan pernyataan/informasi kepada lawan bicara anda tentang perkembangan situasi Kamtibmas terkini, baik secara nasional maupun di wilayah hukum satuan dimana anda bertugas, misalnya : “Ada informasi dari pengelola pasar tradisional yang ada di Kecamatan sebelah, ternyata ada Pungli yang dilakukan oleh oknum LSMsetempat.”

Tanyakan kepada lawan bicara anda tentang bagaimana perkembangan situasi Kamtibmas di lingkungan sekitarnya. Misalnya: “apakah Bapak/Ibu pernah mengalami Pungli selama berjualan di pasarini?”

Bilamana lawan bicara memberikan informasi gangguan Kamtibmas, catat setiap informasi yang diberikan pada buku saku anda dan berikan pertanyaan: siapa pelaku/korbannya, dimana terjadinya, kapan terjadi, bagaimana terjadinya, apakah sudah pernah dilaporkan ataubelum.

Sampaikan kepada lawan bicara anda bahwa informasi gangguan Kamtibmas yang telah diberikan akan segeraditindaklanjuti.

Menyampaikan pesan-pesanKamtibmas.

Mengacu pada perkembangan situasi Kamtibmas terkini, berikan pesan-pesan Kamtibmas dengan cara antara lain memberikan himbauan perihal bagaimana cara mudah untuk terhindar dari kejahatan atau gangguan Kamtibmas di sekitarlingkungan.

Berikan pernyataan kepada lawan bicaraanda





bahwa: “partisipasi masyarakat dalam memberikan informasi gangguan Kamtibmas sangat membantu Polisi dalam memberikan pelayanan keamanan bagi masyarakat” (penyampaiannya secara tidak formal).

Berikan pernyataan kepada lawan bicara anda bahwa: “polisi adalah mitra masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban, sehingga setiap informasi, saran, ataupun masukan kepada Polisi akan sangat berharga untuk peningkatan pelayanan masyarakat” (penyampaiannya secara tidak formal dan bersahabat).

Sampaikan kepada lawan bicara sambil memberikan senyuman:

“bilamana membutuhkan kehadiran Polisi atau terjadi gangguan Kamtibmas, jangan sungkan untuk menghubungi layanan nomor kontak Polisi #110 atau nomor telefon saya di 0813xxxxxxx”.

MengakhiriPembicaraan.

Menyampaikan ucapan terima kasih atas kesediaan lawan bicara sudah meluangkan waktu untukberbincang-bincang.

Meminta maaf, apabila mengganggu waktu masyarakat yang diajakberdialog.

Mengucapkan salam dengan tersenyum sambil berjabattangan.

Cara dialog petugas patroli pada situasirawan.

Situasi berhadapan dengan orang yangdicurigai

Berikan teguran didahului ucapan salam dengan intonasi suara tegas, tidak tinggi tapimenekan.

Menanyakan alasan tentang keberadaan target pada tempat dan waktu, yang tidakwajar.

Meminta identitas orang yang dicurigai (target) untukdiperiksa.

Dalam hal target dalam kondisi sedang di atas kendaraan (R2/R4/R6), petugas harus menyerukan: “Selamat siang Bapak/Ibu, untuk mempermudah komunikasi kita, saya mohon anda untuk mematikan kendaraan dan turun darikendaraan..!”.

Dalam hal target tidak kooperatif untuk menunjukan identitasnya dan malah menanyakan surat perintah petugas, petugas harus menyerukandenganintonasisuarayangtegas:





“sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolsian Negara Republik Indonesia Pasal 15 huruf (h)”, saya tidak membutuhkan surat perintah hanya untuk memeriksa identitas setiap orang yang saya anggap mencurigakan,. Selanjutnya serukan: “Mohon turun dari kendaraan dan perlihatkan identitasanda..!!”.

Dalam hal target menolak dan menanyakan mengapa harus turun dari kendaraan, petugas harus  menyerukan  dengan  intonasi   suara yang tegas: ”DEMI KESELAMATAN  ANDA DAN SAYA, SAYA MINTAANDATURUN

DARI KENDARAAN..!!”.Selanjutnya:

“IKUTI PERINTAH SAYA, MAKA ANDA AKAN SAYA PERLAKUKAN DENGAN BAIK..!”.

Bilamana target masih belum mau kooperatif, petugas dengan intonasi suara yang tegas menyerukan: ”BILAMANA ANDA TIDAK KOOPERATIF DENGAN PERINTAH KEPOLISIAN, YANG AKAN TERJADI SELANJUTNYA ADALAH SAYA AKAN MENGGUNAKAN KEWENANGAN UPAYA PAKSA UNTUK MENANGKAP ORANG YANG SAYA CURIGAI DAN MEMBAWANYA KE KANTORPOLISI..!”.

Dalam hal situasi sudah dapat dikendalikan petugas dan target sudah mulai kooperatif, sebelum melakukan penggeledahan badan, kendaraan, atau suatu barang tempat penyimpanan, petugas menyerukan dengan intonasi suara yang normal: “sebelum saya lakukan penggeledahan, adakah anda membawa senjata tajam, senjata api, Miras atau Narkoba?”.

Setelah pengambilan identitas target dan kecurigaan petugas tidak terbukti, petugas mengucapkan: “Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini, kami hanya melaksanakan tugas pelayanan dibidang keamanan bagi masyarakat. Terima kasih atas kerja samanya, dan silahkan melanjutkan perjalanan anda.“

Situasi memberhentikan orang yang tertangkap tangan melakukan tindak pidana (setelahpengejaran)

Dalam hal petugas mengejar target dengantidak





menggunakan kendaraan, sambil berlari petugas menyerukan peringatan dengan intonasi suara yang lantang dan tegas: “BERHENTI…POLISI..!!”

Dalam hal pengejaran terhenti dan target sudah terpojok (berlari atau dengan kendaraan), petugas berseru dengan suara yang lantang dan tegas: “JANGAN

BERGERAK…TIARAP…LETAKAN KEDUA TANGAN DI ATAS KEPALA…!!”

Setelah melakukan pemborgolan terhadap target, bila target diduga tersangka dalam tindak pidana pencurian, petugas berseru: “Anda telah ditangkap oleh kepolisian karena diduga telah melakukan tindak pidana pencurian sebagaimana diatur dalam pasal 363 KUHP….!”

Selanjutnya, bilamana target berupaya untuk melakukan pembelaan diri, petugas berseru: “pembelaan anda tidak akan mempengaruhi Kepolisian untuk melepaskan anda….saya perintahkan anda untuk diam dan silahkan sampaikan pembelaan anda di depan penyidik..!!”

Situasi berhadapan dengan orang yang membahayakan keselamatan jiwa raga dan harta bendamasyarakat.

Pada saat mendatangi TKP, petugas perlu mengamankan TKP dengan berseru kepada kumpulan massa penonton: “Atas nama undang-undang dan demi keselamatan Bapak/Ibu/Saudara sekalian, saya minta Bapak/Ibu untuk menjauh dari area ini..!!”. Serukan secara berulang-ulang sampai kerumunan massa penonton menjauh dari area TKP.

Pada saat mendatangi target, dengan mempertimbangkan jarak aman, dengan suara lantang dan tegas petugas berseru: “Nama saya Bripda Ahmad, anggota Kepolisian Polsek Bojonggede, atas nama undang- undang saya perintahkan anda untuk meletakkan pisau/parang/samurai yang andapegang..!!”

Dalam hal target mengabaikan perintah petugas, dengan suara lantang dan tegas petugas berseru: “SEKALI LAGI SAYA





PERINTAHKAN, ATAS NAMA UNDANG- UNDANG SAYA PERINTAHKAN ANDA UNTUK MELETAKKAN PISAU/PARANG/SAMURAI YANG ANDA PEGANG……ANDA TELAH MEMBAHAYAKAN

KESELAMATAN MASYARAKAT DESA INI. !!”

Dalam hal target masih tetap mengabaikan perintah petugas, dengan suara lantang dan tegas  petugas  berseru:   “SEKALI   LAGI  SAYA PERINTAHKAN, ATAS NAMA UNDANG- UNDANG SAYA PERINTAHKAN ANDA UNTUK MELETAKKAN PISAU/PARANG/SAMURAI YANG ANDA PEGANG…BILA ANDA TIDAK TUNDUK DENGAN DENGAN PERINTAH KEPOLISIAN, MAKA SAYA AKAN MELAKUKAN UPAYA PAKSA UNTUK MELUMPUHKANANDA..!!”

Dalam hal situasi telah dikendalikan petugas dan target meletakan senjata tajamnya, dengan suara lantang dan tegas petugasberseru:

“JANGAN BERGERAK…TIARAP…LETAKKAN KEDUA TANGAN DI ATAS KEPALA..!!”

Setelah melakukan pemborgolan terhadap target, petugas berseru kepada target: “Anda telah ditangkap oleh Kepolisian karena diduga telah melakukan tindak pidana pengancaman keselamatan orang lain dengan menggunakan kekerasan, sebagaimana diatur dalam pasal 335KUHP..!!”.

Situasi mengamankan pelaku tindak pidana (penjambretan) dari penghakimanmassa.

Pada saat mendatangi TKP, dalam hal penghakiman massa sedang berlangsung, petugas segera mendekat dengan posisi pelaku, satu orang petugas menutup akses massa yang ingin mendekat ke pelaku, sedangkan petugas lainnya berseru dengan suara lantang dan tegas kepada kumpulan massa: “atas nama undang- undang dan hak asasi manusia, saya minta Bapak-bapak untuk menjauhipelaku..!!”

Dalam hal kerumunan massa masih belum menjauhi pelaku, sekali lagi petugas berseru: “sekali lagi saya peringatkan…atas nama undang-undang dan hak asasi manusia, saya minta Bapak-bapak untuk menjauhipelaku..!!”





Dalam hal masih ada beberapa orang dari kerumunan massa yang masih curi-curi melakukan pemukulan terhadap pelaku, petugas berseru dengan suara tegas: “STOP…Jangan lakukan pemukulan…Bila anda tidak mematuhi peringatan Kepolisian, maka anda akan saya tangkap dengan pasal penganiayaan 351 KUHP dengan ancaman pidana penjara 2tahun..!!

Setelah melakukan pemborgolan terhadap target, petugas berseru kepada target: “Anda telah ditangkap oleh Kepolisian karena diduga telah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan atau penjambretan, sebagaimana diatur dalam pasal 365KUHP..!!”










































Rangkuman



Komunikasi adalah suatu proses pertukaran pesan dari satu pihak (individu atau kelompok) kepada pihak lain (individu atau kelompok), melalui saluran tertentu sehingga menimbulkan pengertian bersama untuk mencapai tujuantertentu.


Tujuan komunikasiinterpersonal

Belajar maksudnya dengan komunikasi individu dapat mengetahui dunia luar, luaswawasannya.

Berhubungan menjalin relasi dengan individu lain dan optimalisasi dalam menilai diri dan individu lain secara positif.

Mempengaruhi orang lain untuk mengikuti apa yang dikemukakan komunikator berpartisipasi dalam kegiatan bersama.

Bermain mencapai tujuan kesenangan dan mencapai kesejahteraanbersama.

Membantu orang lain yang memilikimasalah.


Teknik komunikasi interpersonal

Informative Communication (KomunikasiInformatif).

Persuasif Communication (KomunikasiPersuasif).

Coersive/ Instruktive Communication (Komunikasi Bersifat Perintah).


Faktor keberhasilan komunikasi interpersonal dilihat dari sudut komunikator: kredibilitas, daya Tarik, kemampuan intelektual, integritas atau keterpaduan sikap dan perilaku dalam aktivitas sehari-hari, keterpercayaan, kepekaan sosial, kematangan tingkat emosional, berorientasi kepada psikologis komunikan dan komunikator harus bersikap supel, ramah dantegas.


Faktor keberhasilan dilihat dari sudutkomunikan

Komunikan yang cakap akan mudah menerima dan mencerna materi yang diberikan olehkomunikator.

Komunikan yang mempunyai pengetahuan yang luas akan cepat menerima informasi yang diberikankomunikator.

Komunikan harus bersikap ramah, supel dan pandai bergaul agar tercipta proses komunikasi yanglancar.

Komunikan harus memahami dengan siapa iaberbicara.


Cara komunikasi interpersonal dalam bentuk dialog pada situasi aman

Mengucapkan salam dan memperkenalkandiri.

Berbincang-bincang tentang pekerjaan atau kebiasan masyarakat yang ditemuitersebut.

Berdialog tentang situasi keamanandisekitar.








Menyampaikan pesan-pesanKamtibmas.

MengakhiriPembicaraan.


Cara komunikasi interpersonal dalam bentuk dialog pada situasi rawan

Situasi berhadapan dengan orang yangdicurigai.

Situasi memberhentikan orang yang tertangkap tangan melakukan tindak pidana (setelahpengejaran).

Situasi berhadapan dengan orang yang membahayakan keselamatan jiwa raga dan harta bendamasyarakat.

Situasi mengamankan pelaku tindak pidana (penjambretan) dari penghakimanmassa.







SoalLatihan




Jelaskan pengertian komunikasiinterpersonal!

Jelaskan tujuan komunikasiinterpersonal!

Jelaskan teknik komunikasiinterpersonal!

Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan komunikasiInterpersonal!

Jelaskan cara komunikasi interpersonal dalam bentuk dialog pada situasi aman danrawan!




























ADMIN Bermimpi untuk bebas

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel